SITU GINTUNG, APA BISA DICEGAH??

3261351pMiris, sedih, kasihan, campur aduk rasa ini waktu lihat berita tentang petaka di Cireundeu, Tangerang Selatan. Tanggul yang disebut Situ Gintung pun akhirnya jebol! Sangat kasihan sekali melihat korban yang meninggal bersimbah lumpur itu diangkat oleh anggota tim penyelamat. Terbesit saat itu juga, bagaimana bila jasad itu adalah aku atau kita, yang saat itu entah apa yang sedang kita lakukan, kita tak tahu kapan ajal kita menjemput, ada yang sangat cepat terjadi atau mengalami fase-fase penurunan kesehatan.Apalagi di salah satu stasiun TV menayangkan jerit tangis dari para pihak keluarga yang ditinggalkan. Saat itu pula, saya merinding melihatnya, ikut berempati, alangkah kurang bijaksananya kita, bila di sisi lain kita bersuka ria di sebuah klub malam atau pesta penghargaan, sedangkan di tempat lain, saudara kita sedang dirundung masalah yang cukup menohok mental.

Situ Gintung yang sebelumnya dijadikan objek wisata outbound, suka ria dari tawa anak kecil yang mengikuti outbound dan wisata keluarga sudah tak lagi terdengar. Kini tergantikan dengan suara teriak para tim penyelamat dan beberapa anggota masyarakat yang mencari korban hilang. Isak tangis dalam pekuburan massal. Rasa pedih melihat anggota keluarga atau tetangga yang harus menempati bangsal RS Fatmawati untuk eksekusi pengobatan.

Sebetulnya apa yang terjadi dengan Situ Gintung? Apa kejadian ini sebelumnya tak bisa dilihat tanda-tanda fisik dari kondisi Situ sendiri? Tanggung Jawab siapa? Salah siapa?

Sebelum menjawab itu semua, dan mulai menyalahkan pihak-pihak tertentu atau men-judge beberapa pihak. Mungkinkah musibah ini dapat dicegah??

Fakta dan Teori

Situ di daerah Jabodetabek sekitar 120 situ lebih. (fakta)

Situ dijadikan objek wisata. (fakta)

Pembangunan kawasan perumahan diperbolehkan oleh Departemen PU perumahan lokasi situ, meski dari pihak Departemen Tata air kota yang menjaga dan bertanggung jawab masalah situ melarang. (fakta)

Pembangunan situ guna pentataan air resapan. (teori)

Pembangunan perumahan 100 m dari situ tidak diperbolehkan. (Teori)

Pembangunan situ sejak jaman Belanda, seharusnya setelah 50 tahun pembangunan perlu ada renovasi untuk pencegahan bencana/hal-hal yang tidak diinginkan (Teori)

Berikut Profil Situ Gintung dan Kronologisnya

jebolape1

Profil Situ Gintung

Lokasi : Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat, Kota tangerang Selatan, Banten.

Tahun Dibangun : 1930-an, oleh Belanda

Ketinggian : 44 m dpl

Luas Semula : 31 ha

Luas saat ini : 21.4 ha

Kapasitas situ : 2.1 juta meter kubik

Kedalaman : 10 m

DAS : Kali Pesanggrahan

Pemanfaatan : Kebutuhan air masyarakat, perikanan, pengendali banjir, wisata

Kondisi : Terjadi pendangkalan

Perawatan : Pengerukan dan Perbaikan Tanggul

Perawatan Terakhir : 2008 (tidak jelas tepat bulannya)

Sumber Air : Mata Air dan Permukaan

Waduk Resapan : Layak (Kompas), Tidak Layak (Headline News RCTI)

Kronologi

· 10 Juli 2008

Balai besar Wilayah Sungai Ciliwung mengadakan pertemuan dengan warga kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat, untuk menjelaskan rencana rehabilitasi Situ Gintung guna mengembalikan fungsinya sebagai tampungan air.

· 26 maret 2009 pukul 14.00 WIB

Hujan deras disertai angin.

· 26 maret 2009 pukul 16.00 WIB

Hujan disertai butiran es melanda wilayah selatan Jakarta mengakibatkan air Situ Gintung penuh.

· 26 maret 2009 pukul 23.00 WIB

Warga mulai mendengar suara gemuruh dari arah tanggul di Situ Gintung. Sejumlah warga mulai berbenah karena takut tanggul akan jebol.

· 27 maret 2009 pukul 00.00 WIB – 01.00 WIB

Tanggul di sisi utara mulai retak.

· 27 maret 2009 pukul 03.00 WIB – 04.00 WIB

Tanggul yang dijadikan jembatan yang dibangun Belanda tahun 1930-an tidak mampu menahan air dan akhirnya jebol. Air bah menrjang RT>02, RT.03, RT.04 yang berada di RW.08 Kampung Poncol, Situ Gintung, Cireundeu, Ciputat, Tangerang.

· 27 maret 2009 pukul 04.00 WIB

Air mulai meninggi, warga mengungsi, ada yang naik ke atap rumah.

· 27 maret 2009 pukul 12.00 WIB

Presiden SBY meninjau lokasi kejadian.

· 27 maret 2009 pukul 18.30 WIB

Tim pencari menghentikan pencarian korabn hilang karena hujan deras dan angin kencang.

Elevasi

situ-gintung1

Sumber profil, kronologi dan elevasi : Kompas, 28 maret 09

Daftar Nama Korban Tewas Bencana Situ Gintung (28 Maret 2009)

Korban yang disinggahkan di UMJ hingga pukul 16.30

1

Dahlia (68)/P

2

Syren (10)/P

3

Rusmiati / p

4

Bella/P

5

Sri/P

6

Lisa/P

7

Nisa/P

8

Lia/P

9

Komariah/P

10

Aisyiah/P

11

Ema/P

12

Hilman (19)/L

13

Neta (19)/P

14

Roni(19)/L

15

Agus Firmansyah (26)/L

16

Gunawan/L

17

Eri/L

18

Laki-laki belum teridentifikasi diduga mahasiswa STIE Muhammadiyah

19

Hilmi/L

20

Karsun (19)/L

21

Jahimah/P

22

Laki-laki (belum teridentifikasi)

23

Laki-laki (belum teridentifikasi)

Korban Langsung ke RS Fatmawati hingga pukul 16.30 WIB

24

Indah (9)/P

25

Sairoh (45)/P

26

Anita Bela (25)/P

27

Ariwibowo (32)/L

28

Perempuan (20-an tahun)

29

Laki-laki (30-an tahun)

30

Kimnio (40)/P

31

Dian Maryani (25)/P

32

Ema (20)/P

33

Tan Pungut (97)/L

34

Santi Sumedo (12)/P

35

Bayi Rara (6 bulan)

36

Satimah (54)/P

37

Yuni (17)/P

38

Asih (54)/P

39

Puji Lestari (23)/P hamil 8 bulan

40

Sundari (50)/P

41

Laki-laki (30-an tahun)

42

Laki-laki (30-an tahun)

Korban Langsung disinggahkan di STIE Ahmad Dahlan hingga pukul 16.30 WIB

43

Adinda Nursyita (6)/P

44

Jafar Suphi (17)/L

45

Mimin binti Cecep (60)/P

46

Sugiono (25)/L

47

Sundari (56)/P

48

Satimah (54)/P

49

Lianti 927)/P

50

Fahrul Rozi (25)/L

51

Yuni (17)/P

52

Sholeh alias Buluk (25)/L

53

Maman (20)/L

54

Shanti (12)/P

55

Laki-laki belum teridentifikasi.

56

Asih/P

57

Adinda Mustika/P

58

Ny. Roni/P

Sumber Data Korban : Kompas 28 maret 09

Ada baiknya kita pun membaca artikel berikut :

Jebolnya tanggul buatan Belanda tahun 32-33 ini mneghancurkan perumahan warga di Kampung Poncol dan Kampung Gintung. Sekitar 300 rumah yang ada hancur di wilayah itu rusak dan hancur. Baca selengkapnya di PETAKA DINI HARI

“ Dua tahun lalu sudah dilaporkan oleh warga yang menilai tanggul tidak dirawat.” Baca selengkapnya di KOMBINASI DARI RESPONS yang LEMAH

Hanya 10 menit, tetapi melumat ratusan rumah beserta isinya dan menewaskan sedikitnya 65 warga. Baca selengkapnya di Tanggul Itu Pun Jebol…

Terakhir: Bagi siapa saja yang membaca tulisan ini, dan lokasi anda berada dekat dengan TKB (tempat Kejadian Bencana) harap memberi tahu bagi warga sekitar ataupun warga yang datang yang tidak ada urusannya dengan ikut pencarian korban hilang atau membantu para pengungsi, untuk tidak menonton TKB, karena sangat menganggu tim SAR yang sedang mencari korabn hilang lainnya yang paling tidak ada sekitar 100 orang lagi.

Bagi yang ingin menyumbang ada banyak link silakan klik.

Sumber tulisan: berbagai sumber.

One thought on “SITU GINTUNG, APA BISA DICEGAH??”

  1. halo dhini…maaf baru bisa balas commentmu di secerahfajar.blogspot.com

    sory blog yang satu itu udah jarang diurus…

    sekarang saya lebih fokus ke fajardesign.blogspot.com

    ditunggu kunjungannya yaaa

    artikelnya update yaa 😀

    blog di secerah fajar bagus fiturnya…aku juga ada blog di blogspot cuman ga update pake bahasa inggris, males nulis pake bhs inggrisnya, lagi mau konsen disini dulu….
    Good work for the blogs

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s