Membingkai Surga Dalam Rumah Tangga

banner_buku_37gif

Judul : Membingkai Surga dalam Rumah Tangga

Penulis : Aam Amiruddin, M.Si.

Halaman : xii + 228

Penerbit : Khazanah Intelektual

Harga : Rp 26.000,00

Mudah-Mudahan Alloh memberi barokah kepadamu dan mudah-mudahan Ia kekalkan pemberian-Nya atasmu, dan mudah-mudahan Ia mengumpulkan kamu di dalam kebaikan.

Doa yang kita persembahkan untuk kedua mempelai di atas, bermakna sangat dalam. Doa ini melambangkan bahwa pernikahan bukanlah proses yang mudah dan berlangsung sebentar. Dengan doa tersebut, ada harapan ikatan pernikahan akan awet meski banyak rintangan menghadang.

Liku-liku, serba-serbi, dan pernak-pernik pernikahan inilah yang diangkat penulis pada buku ini. Pembahsan pertama dimulai dari cinta. Cinta yang dilandasi cahaya Alloh dan tidak diperbudak oleh nafsu akan membawa seseorang pada pernikahan yang barokah. Sementara untuk mengantisipasi cinta yang “salah”, penulis mengajukan beberapa solusi agar tidak menikah karena cinta yang “salah”,yaitu dengan berpuasa atau juga menundukkan pandangan.

Setelah pembahasan tentang cinta, penulis yang juga adalah ustadz kondang ini pun menyajikan materi tentang ta’aruf dan khitbah. Ia membahasnya mulai dari pengertian hingga tata caranya. Bahkan, pada pembahasan tentang khitbah, penulis menyisipkan karakteristik calon suami/istri yang abik di mata Alloh.

Pembahasan tentang pernak-pernik nikah pun dibahas menyeluruh. Mulai dari pengertian, anjuran, hukum, tata cara akad nikah, hingga jenis –jenis pernikahan yang dilarang. Pada jenis-jenis pernikahan yang dilarang, penulis banyak memberikan gambaran realita kontemporer masyarakat yang sering melakukan pernikahan yang telah diharamkan oleh Alloh, dia antaranya nikah Muth’ah. Penjelasan yang disajikan dilengkapi dengan hadist-hadits rujukan yang membuat kita yakin dan tahu penjelasan hukumnya dalam Islam tentang alasan diharakamnya jenis-jenis pernikahan tersebut.

Serasa tak ingin ketinggalan untuk dibahas, penulisnya pun menambahkan rambu-rambu yang ahrus ada dalam berumah tangga, misalnya kewajiban seorang suami terhadap istrinya begitu pula sebaliknya, dan juga etika dalam melakukan hubungan suami istri. Di buku ini juga dijelaskan betapa sebenarnya suami dan istri memiliki porsi kedudukan yang samadi mata Alloh. Suami tidak ditempatkan lebih istimewa ketimbang istri karena sudah mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing. Sudah seharusnya keduanya menepati kewajiban dan mendapatkan haknya agar mahligai rumah tangga jauh dari konflik dan perselisihan.

Mengenai perselisihan ndan kemelut dalam rumah tangga, penulisnya membuat dua bab pembahasan tersendiri. Pembahasan yang mendetail pada dua bab ini menyiratkan bahwa penulisnya berupaya agar pembacanya menjauhi kemelut rumah tangga. Beliau membuat daftar penyebab terjadinya perselisihan dalam bentuk-bentuk konflik yang mungkin terjadi seperti khulu’, nusyuz, hingga talak.

Buku ini pun dilengkapi dengan studi kasus, kasus-kasu yang terjadi di masyarakat sepert, shaum sebelum nikah, menikahi istri yang beragama Hindu, menghadiri pernikahan Married By Accident, Nikah saat kuliah, Mengulangi pernikahan, Nikah dengan wali hakim, Cerai lewat e-mail, Hak mengasuh anak, dll. Semuanya dijelaskan dengan bahasa yang sederhana, meski topik yang dibicarakan berat,namun dengan bahasa yang sederhan sehingga mudah kita memahami ilmunya.

Sebagai penutupnya, penulis melengkapi isi buku ini dengan ciri-ciri keluarga yang saleh. Penutup tersebut menambah kelayakan buku ini untuk dibaca dan dikoleksi, bukan kepada mereka yang ingin menikah, bahkan pasangan yang telah lama menikah. Dengan membaca dan mengamalkan buku ini, kemungkinan memiliki rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warohmah semakin besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s