Menangani Stres untuk Mendapatkan Pelabuhan Tenang

Coba bayangkan! Saldo dalam rekening kita tak memungkinkan untuk menarik uang tunai lagi, kemarin baru saja ke dokter gigi yang perlu membayar di muka. Besok tugas mendadak ke luar kota dan uang muka dinasnya belum keluar. Sementara gajian masih 3 hari lagi. Dapatkah Anda bayangkan raut muka model apa kita tampilkan hari itu? Suram…manyun…bete…

Ada pepatah Belanda yang mengatakan: ieder huis heft wijn kruis, setiap rumah punya persoalannya sendiri.

Dan setiap pemimpin usaha tak bisa tak memperhitungkan hal ini. Seorang karyawan bekerja untuk mensejahterakan keluarganya. Karena itu, bila kesejahteraan keluarganya terganggu, maka pekerjaannya terganggu pula. Apalagi klo stress karena masalah rumah tangga sudah tercampur dengan stress yang diakibatkan oleh pekerjaan.

Sembilan dari sepuluh sekretaris yang menderita maag mungkin akan menuding bosnya sebagai penyebab penderitanya itu. Mengapa? Mungkin karena si bos tidak menempatkan dirinya sebagai pemimpin. Bos berkata: Go! Pemimpin berkata: Let’s go! Dalam buku In Search of Excellence pun saya kutip kalimat berikut: “Perusahaan yang berhasil adalah perusahaan bahagia karena atasan akrab dengan karyawannya”

Michael Lombardo, seorang psikolog dari Carolina Utara, menyatakan bahwa pemimpin bisa berperan besar dalam mengendalikan stress para karyawannya bila:

  1. Memberi karyawan sarana untuk memecahkan masalahnya, bukan mengambil alih masalah itu lalu menyelesaikannya.

  2. Pemimpin yang baik akan melindungi karyawannya dari masalah yang tidak relevan. Misalnya bila seorang Group Head mengundurkan diri atau akan dimutasi, beri tahulah karyawan sebelum ia mendengarnya melalui channel desas-sesus.

  3. Ketika karyawan terjebak dalam suatu masalah, sarankan agar dia meninggalkan masalah itu sejenak, atau ajukan pertanyaan-pertanyaan baru sehingga persoalan itu dapat dilihat dari sudut pandang orang lain.

Seorang psikolog lain, Dr. Suzanne Kobasa dari Universitas Chicago mengatakan bahwa keluarga pun bisa menolong sorang penderita stress. “Tetapi jangan hanya bersikap simpatetik, harus ada pengertian yang lebih biak tentang situasi kerja”. Dalam studi Kobassa pun ditemukan bahwa karyawan-karyawan yang menderita stress tetapi yakin bahwa atasannya akan membantu dan dapat diajak berbicara hanya maenderita separuh dari penyakit-penyakit yang timbul karena stress.

Seorang psikolog lain, Harry Levinson berkata, “Semua organisasi sebetulnya, merupakan pengulanga dari struktur keluarga. Di rumah ada Ayah. Di kantor ada Pemimpin. Seorang karyawan yang tak mampu berkomunikasi dengan atasannya, atau tidak diberi kesempatan untuk itu oleh atasannya, sama saja denagn anak yatim piatu yang tidak menemukan figur untuk meringankan beban emosinya.”

Di lain pihak, sebagai bawahan mungkin bisa menyimak bail lagu melankolis berikut:

When things go wrong as they sometimes will

When the road you’re tudging seems all uphill

When the funds are low and the debts are high

And you want to smile but you have to sigh

When care is pressing you down a bit a rest if you must,

But don’t you quit

emua orang pasti pernah merasa frustasi, jenuh dan lelah dalam menjalani bagian hidupnya. Ketika kecil dulu, begitu merasa permainan gundu itu berkembang menjadi curang dan membosankan, kita tak dapat menjadi pecundang, memunguti gundu dan pergi. Itulah yang membedakan orang dewasa dari anak-anak: Seorang dewasa harus lebih mampu mengendalikan impulsnya.

Ketika Anda merasaatasan tak berlaku adil, bisakan Anda langsung membereskan meja dan tidak lapor kerja lagi besoknya? Mungkin tida. Karena sebentar lagi si sulung perlu biaya untuk masuk Universitas. Karena Anda masih menunggu bonus merger yang akan keluar bulan depan untuk merenovasi teras depan. Begitu banyak alasan lain yang sekalligus mengkonfirmasi bahwa Anda sendiri ternyata tidak independen lagi.

Frustasi, lelah, bosan, perasaan tidak aman memang merupakan hal-hal yang bisa timbul dalam setiap siotuasi kerja. Tettapi, bukankah situasi terburukpun akan selalu ada akhirnya? Pada titik akhir itulah peluang menjadi kenyataan. (MWB)

(Disadur dari Kumpulan Tulisan:Motivasi-Seratus Kiat Jurus Sukses Kaum Bisnis karangan Bondan Winarno)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s