Tempat Belajar Badien

Love to share…Love to Inform

Dasar Sistem Komunikasi Serat Optik

Konfigurasi Dasar Sistem Komunikasi Fiber Optik

Sistem Komunikasi Fiber optik terdiri dari 3 komponen utama yaitu:

1. Transmitter berupa Laser Diode ( LD ) dan Light Emmiting Diode (LED)

2. Media transmisi berupa fiber optik

3. Receiver yang merupakan detektor penerima digunakan PIN dan APD.

Konfigurasi dasar Sistem Komunikasi Fiber Optik dapat dilihat pada gambar 1.

Transmitter

Transmitter terdiri dari 2 bagian yaitu :

a. Rangkaian elektrik berfungsi untuk mengkonversi sinyal digital menjadi sinyal analog, selanjutnya data tersebut ditumpangkan kedalam sinyal gelombang optik yang telah termodulasi

b. Sumber gelombang optik berupa sinar Laser Diode (LD) dan LED ( light emmiting diode ) yang pemakaiannya disesuaikan dengan sistem komunikasi yang diperlukan.

- Laser Diode dapat digunakan untuk sistem komunikasi optik yang sangat jauh seperti Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dan Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO), karena laser LD mempunyai karakteristik yang handal yaitu dapat memancarkan daya dengan intensitas yang tinggi, stabil, hampir monokromatis, terfokus, dan merambat dengan kecepatan sangat tinggi, sehingga dapat menempuh jarak sangat jauh. Pembuatannya sangat sukar karena memerlukan spesifikasi tertentu sehingga harganyapun mahal. Jadi LD tidak ekonomis dan tidak efisien jika digunakan untuk sistem komunikasi jarak dekat dan pada trafik kurang padat.

- LED digunakan untuk sistem komunikasi jarak sedang dan dekat agar sistem dapat ekonomis dan efektif karena LED lebih mudah pembuatanya, sehingga harganyapun lebih murah.

Gambar 1 merupakan dasar sistem komunikasi terdiri dari sebuah transmitter, sebuah recevier, dan sebuah information channel. Pada transmitter informasi dihasilkan dan mengolahnya menjadi bentuk yang sesuai untuk di kirimkan sepanjang information channel, informasi ini berjalan dari transmitter ke receiver melalui information channel ini. Information channels dapat dibagi menjadi 2 kategori : Unguided channel dan Guided channel. Atmosphere adalah sebuah contoh Unguided channel, sistem yang menggunakan atmospheric channel adalah radio, televisi dan microwave relay links. Guided channels mencakup berbagai variasi struktur tranmisi konduksi, seperti two-wire line, coaxial cable, twisted–pair.

Gambar 1. Sistem Komunikasi Serat Optik

Gambar 2 merupakan blok diagaram sistem komunikasi serat optik secara umum, dimana fungsi-fungsi dari setiap bagian adalah sebagai berikut :

1. Message Origin

Message origin bisa berupa besaran fisik non-listrik (suara atau gambar), sehingga diperlukan transduser (sensor) yang merubah message dari bentuk non-listrik ke bentuk listrik.

- Contoh yang umum adalah microphone merubah gelombang suara menjadi

arus listrik dan Video cameras (CCD) merubah gambar menjadi arus listrik.

2. Modulator dan Carrier Source

Memiliki 2 fungsi utama, pertama merubah message elektrik ke dalam bentuk yang sesuai, kedua menumpangkan sinyal ini pada gelombang yang dibangkitkan oleh carrier source.

- Format modulasi dapat dibedakan menjadi modulasi analog dan digital.

- Pada modulasi digital untuk menumpangkan sinyal data digital pada gelombang carrier, modulator cukup hanya meng-on kan atau meng-off kan carrier source sesuai dengan sinyal data-nya.

- Carrier source membangkitkankan gelombang cahaya dimana padanya informasi ditransmisikan, yang umum digunakan Laser Diode (LD) atau Light Emitting Diode (LED).

-

Gambar 2. blok diagram sistem komunikasi serat optik secara umum

Gambar 3. Gambaran sumber cahaya fiber optik

Gambar 4. Format Modulasi

3. Channel Coupler

- Untuk menyalurkan power gelombang cahaya yang telah termodulasi dari carrier source ke information channel (serat optik).

- Merupakan bagian penting dari desain sistem komunikasi serat optik sebab kemungkinan loss yang tinggi.

4. Information Channel (Serat Optik)

- Karakteristik yang diinginkan dari serat optik adalah atenuasi yang rendah dan sudut light-acceptance-cone yang besar.

- Amplifier dibutuhkan pada sambungan yang sangat panjang (ratusan atau ribuan kilometer) agar didapatkan power yang cukup pada receiver.

- Repeater hanya dapat digunakan untuk sistem digital, dimana berfungsi merubah sinyal optik yang lemah ke bentuk listrik kemudian dikuatkan dan dikembalikan ke bentuk sinyal optik untuk transmisi berikutnya.

- Waktu perambatan cahaya di dalam serat optik bergantung pada frekuensi cahaya dan pada lintasan yang dilalui, sinyal cahaya yang merambat di dalam serat optik memiliki frekuensi berbeda-beda dalam rentang tertentu (lebar spektrum frekuensi) dan powernya terbagi-bagi sepanjang lintasan yang berbeda-berbeda, hal ini menyebabkan distorsi pada sinyal.

- Pada sistem digital distorsi ini berupa pelebaran (dispersi) pulsa digital yang merambat di dalam serat optik, pelebaran ini makin bertambah dengan bertambahnya jarak yang ditempuh dan pelebaran ini akan tumpang tindih dengan pulsa-pulsa yang lainnya, hal ini akan menyebabkan kesalahan pada deteksi sinyal. Adanya dispersi membatasi kecepatan informasi (pada sistem digital kecepatan informasi disebut data rate diukur dalam satuan bit per second (bps) ) yang dapat dikirimkan.

- Pada fenomena optical soliton, efek dispersi ini diimbangi dengan efek non-linier dari serat optik sehingga pulsa sinyal dapat merambat tanpa mengalami perubahan bentuk (tidak melebar).

5. Detector dan Amplifier

- Digunakan foto-detektor (photo-diode, photo transistor dsb) yang berfungsi merubah sinyal optik yang diterima menjadi sinyal listrik.

6. Signal Processor

- Untuk transmisi analog, sinyal prosesor terdiri dari penguatan dan filtering sinyal. Filtering bertujuan untuk memaksimalkan rasio dari daya sinyal terhadap power sinyal yang tidak diinginakan. Fluktuasi acak yang ada pada sinyal yang diterima disebut sebagai noise. Bagaimana pengaruh noise ini terhadap sistem komunikasi ditentukan oleh besaran SNR (Signal to Noise Ratio), yaitu perbandingan daya sinyal dengan daya noise, biasanya dinyatakan dalam desi-Bell (dB), makin besar SNR maka makin baik kualitas sistem komunikasi tersebut terhadap gangguan noise.

- Untuk sistem digital, sinyal prosesor terdiri dari penguatan dan filtering sinyal serta rangkaian pengambil keputusan . Rangkaian pengambil keputusan ini memutuskan apakah sebuah bilangan biner 0 atau 1 yang diterima selama slot waktu dari setiap individual bit. Karena adanya noise yang tak dapat dihilangkan maka selalu ada kemungkinan kesalahan dari proses pengambilan keputusan ini, dinyatakan dalam besaran Bit Error Rate (BER ) yang nilai-nya harus kecil pada komunikasi.

- Jika data yang dikirim adalah analog (misalnya suara), namun ditransmisikan melalui serat optik secara digital (pada transmitter dibutuhkan Analog to Digital Converter (ADC) sebelum sinyal masuk modulator) maka dibutuhkan juga Digital to Analog Converter (DAC) pada sinyal prosesor, untuk merubah data digital menjadi analog, sebelum dikeluarkan ke output (misalnya speaker).

  1. Message Output

- Jika output yang dihasilkan di presentasikan langsung ke manusia, yang mendengar atau melihat informasi tersebut, maka output yang masih dalam bentuk sinyal listrik harus dirubah menjadi gelombang suara atau visual image.

- Transduser (actuator) untuk hal ini adalah speaker untuk audio message dan tabung sinar katoda (CRT) (atau yang lainnya seperti LCD, OLED dsb) untuk visual image.

- Pada beberapa situasi misalnya pada sistem dimana komputer-komputer atau mesin-mesin lainnya dihubungkan bersama-sama melalui sebuah sistem serat optik, maka output dalam bentuk sinyal listrik langsung dapat digunakan. Hal ini juga jika sistem serat optik hanya bagian dari jaringan yang lebih besar, seperti pada sebuah fiber link antara telephone exchange atau sebuah fiber trunk line membawa sejumlah progam televisi, pada kasus ini prosesing mencakup distribusi dari sinyal listrik ke tujuan-tujuan tertentu yang diinginkan. Peralatan pada message ouput secara sederhana hanya berupa sebuah konektor elektrik dari prosesor sinyal ke sistem berikutnya.

Sumber Cahaya Optik

Ada dua jenis sumber optik yang sering digunakan, yakni LED (Light Emitting Diode) dan LASER (Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation).

1. LED

Hasil cahaya keluaran inkoheren dengan : spektrum lebar dan emisi tidak terarah. Jenis LED yang digunakan :

a. Surface Emitter (dioda burrus) LED

b. Edged Emitter LED.

2. LASER

Laser merupakan sumber optik yang koheren. Bahan dasarnya berupa gas, cairan, kristal dan semikonduktor. Komunikasi jarak jauh memerlukan laser monomode (single mode). Perkembangan laser monomode adalah sbb :

- DFB : Distributed Feedback Laser

- DBR : Distributed Bragg Reflector Laser

- DR : Distributed Reflector Laser

- SEL : Surface Emitting Laser.

Keluaran Laser bersifat : mendekati monokromatik (hanya mempunyai 1 panjang gelombang), koheren (panjang gelombang berada dalam 1 fasa), dan sangat terarah (diagram arahnya sangat konvergen).

Karakteristik

LED

LASER DIODE

Spektrum keluaran

Tidak koheren

Koheren

Daya Optik keluaran

Lebih rendah (0,4-4,0mW)

Lebih tinggi (1,5-8,0mW)

Kestabilan operasi terhadap temperatur

Lebih stabil

Kurang stabil

Penguatan cahaya

Tidak ada

Ada

Arah pancaran cahaya

Kurang terarah

Sangat terarah

Arus pacu

Kecil

Besar

Disipasi panas

Kecil

Besar

Harga

Lebih murah

Lebih mahal

Kemudahan penggunaan

Lebih mudah

Lebih sulit

Kecepatan (rise time)

Lebih lambat (2 – 10 ns)

Lebih cepat (0,3 – 0,7 ns)

Panjang gelombang

800-850, 1300 nm

800-850, 1300, 1500 nm

Lebar pita (nm)

30-60 (λ = 800-850 nm)

50-150 (λ=1300)

1-2 (λ = 800-850 nm)

2-5 (λ = 1300 nm)

2-10 (λ = 1500 nm)

Daya ke serat

0,03 – 0,15 mW

0,4 – 3,0 mW

Frekuensi modulasi

0,08 – 0,3 Ghz

2 – 3 GHz

Kepekaan

-

Elektrostatik

Tabel 1 Perbandingan karakteristik LED dan Dioda

LED

Bagian utama dari LED adalah p-n junction yang disebut sebagai daerah aktif.

LED memerlukan bias maju agar dapat beroperasi. Proses emisi cahaya pada LED adalah sbb : bila p-n junction mendapatkan bias maju maka elektron dan hole diinjeksikan ke daerah p dan n. Masing-masingnya sebagai pembawa minoritas akan dapat bergabung kembali (rekombinasi) dengan melepaskan : energi radiasi berupa foton memberikan cahaya keluaran dan energi non radiasi berupa foton didisipasikan sebagai panas.

Hasil cahaya keluaran inkoheren dengan : spektrum lebar dan emisi tidak terarah.

Jenis LED yang digunakan :

a. Surface Emitter (dioda burrus) LED

Karakteristiknya : tipe high radiance, radiasi keluaran dengan sudut pancar 180o, bersifat lambertian source, memerlukan bias maju, emisi cahaya melalui permukaan, daerah aktif berbentuk lingkaran dengan diameter 50 m, kemasan pigtail dengan serat optik langsung pada daerah aktif sepanjang 30 cm.

b. Edged Emitter LED.

Karakteristiknya : radiasi keluaran lebih terarah, daerah aktif berbentuk pipih segi empat (stripe), spektrum pancaran berbentuk ellips, emisi cahaya ke arah samping atau ujung, memerlukan bias maju, lebar spektrum keluaran sudut paralel : 120o dan sudut yang tegak lurus = 25o – 35o.

Panjang gelombang emisi puncak ditentukan oleh bahan yang digunakan dengan dopan yang ditambahkannya. Dengan mengatur komposisi bahan dapat merubah harga Eg.

Tabel 2 Energi Gap Berbagai Bahan LED

Terlihat bahwa menambah Al akan menurunkan panjang gelombang.

Sedangkan menambah In dan P akan memperbesar panjang gelombang.

Karakteristik penting LED adalah : (1) kurva daya optik keluaran terhadap arus pacu (2) kecepatan respon atau rise time, dan (3) BWlistrik = 0,35 GHz/tr ns.

Biasanya harga rise time LED = 5 s.d. 250 ns.

LASER

Laser merupakan sumber optik yang koheren. Bahan dasarnya berupa gas,

cairan, kristal dan semikonduktor. Pengoperasian laser harus menggunakan

arus bias yang besar di atas arus threshold.

Proses pembentukan laser :

1. Absorpsi foton; proses perpindahan elektron dari energi valensi ke energi

konduksi.

2. Emisi Spontan; proses di mana elektron dalam keadaan tereksitasi di energi

konduksi kembali ke energi dasar dengan melepas foton.

3. Emisi terangsang (stimulated); proses saat keadaan inversi populasi elektron tereksitasi yang mendapat rangsangan (pacu) akan serentak melepaskan foton dalam jumlah banyak.

Panjang gelombang emisi keluaran :

* adalah panjang gelombang cahaya keluaran, n adalah indeks bias daerah aktif, L adalah panjang rongga resonansi optik dan q adalah jumlah mode yang berosilasi.

Jarak antar komponen cahaya keluaran :

Komunikasi jarak jauh memerlukan laser monomode (single mode).

Perkembangan lases monomode adalah sbb :

- DFB : Distributed Feedback Laser

- DBR : Distributed Bragg Reflector Laser

- DR : Distributed Reflector Laser

- SEL : Surface Emitting Laser.

Keluaran Laser bersifat : mendekati monokromatik (hanya mempunyai 1 panjang gelombang), koheren (panjang gelombang berada dalam 1 fasa), dan sangat terarah (diagram arahnya sangat konvergen).

Karakteristik dioda laser adalah sbb :

Ø daya optik keluarannya besar.

Ø ada penguatan optik.

Ø harus bekerja di atas arus threshold.

Ø memiliki rongga resonan optik (Fabry Perrot Resonator).

Ø Disipasi panas besar, sehingga diperlukan stabilitasi temperatur.

Ø Arus threshold dipengaruhi temperatur.

Laser Diode (LD) dan Light Emiting Diode dapat dikonversi dari sinyal listrik menjadi sinyal cahaya (electro-optical conversion). Keduanya merupakan osilator frekuensi tinggi ( ≈ 106 GHz ) dan berfungsi sebagai noise generator dengan spectral bandwith tinggi.

Pemancar optik

Laser diode mempunyai bandwith sebesar 1000 GHz (Δλ ≈ 2nm), LED mempunyai bandwith sebesar 10.000 GHz (Δλ ≈ 2nm)

Baik LD maupun LED mempunyai atenuasi rendah pada serat optik. Lebar spectral Δλ akan sekecil mungkin sedangkan modulasi rengenya Δf akan menjaci sebesar mungkin. Pada 3 dB insertion loss dari laser diode hanya 50% dari kekuatan cahaya yang ditembakkan dalam serat optik, pada 15-20 Db insertion loss dari LED berkurang hanya beberapa persen saja.

Coupling LED dan LD

Penerima Optik

Dua jenis penerima semi konduktor digunakan dalam sistem komunikasi serat optik:

· PIN (P-Intrinsik-N)

· APD ( Avalanche Photo Diode)

Seperti halnya pemancar optik, penerima optik juga terdiri dari bahan semi konduktor. Dikombinasikan dengan pemancar Gallium Arsenide (GaAS), serat silika quartz dan (SiO2) dan silika (Si) receiver.

PIN Diode

Di dalam PIN diode, serat optik ditempatkan sedemikian sehingga cahaya yang diterima jatuh pada suatu lapisan intrinsic dari material semi konduktor yang diletakkan antara lapisan tipe n dan tipe p. Diode junction yang dibentuk oleh lapisan-lapisan ini dibias mundur (reserve-bias) dan jumlah arus yang mengalir melalui junction tersebut ditentukan oleh intesitas cahaya (jumlah photon) yang masuk dalam lapisan intrinsik. Variasi arus yang mengalir melalui diode PIN sebagai hasil dari variasi intensitas sinyal optik yang diterima adalah sangat kecil sehingga memerlukan penguatan.

Struktur dan Prinsip PIN

Avalanche Photo Diode

Mempunyai konstruksi yang mirip dan beroperasi dengan cara yang sama dengan diode PIN. Akan tetapi APD tidak memerlukan penguat efek medan di dalam modul penerima. Internal gain yang membuat APD lebih sensitif, diperoleh melalui penggunaan tegangan bias mundur yang tinggi pada diode junctionnya. Hal ini menghasilkan suatu medan listrik yang tinggi pada lapisan instrinsik diode. Pada saat suatu elektron dilepas karena adanya suatu photon yang masuk ke lapisan intrinsik, medan listrik akan memyebabkan elektron tersebut bergerak sepanjang lapisan pada kecepatan yang tinggi dan bertubrukan dengan molekul-molekul lain sehinggga melepaskan lebih banyak elektron-elektron yang selanjutnya akan bergerak sepanjang lapisan dengan kecepatan tinggi. Proses ini dinmakan avalanche breakdown. Keuntungan penggunaan avalanche breakdown ini adalah peningkatan sensitivitas dibandingkan dengan diode PIN.

Struktur dan Prinsip APD

Komponen receiver

Komponen receiver dibagi menjadi 3:

· Front End

· Linear Channel

· Data Recovery

Front End

Terdiri dari:

· Photodiode : untuk mengubah sinyal optic menjadi elektrik

· Preamplifier : untuk menguatkan sinyal untuk proses selanjutnya

Linear channel

Terdiri dari:

· Main Amplifier : dikontrol secara otomatis untuk membatasi tegangan output

· Low Pass Filter : untuk membentuk pulsa tegangan yang berguna mengurangi noise

Data Recovery

Terdiri dari:

· Sirkit Decision : untuk membandingkan output dari linear channel terhadap level threshold dan memutuskan apakah sinyal tersebut berupa bit “1” atau bit “0”

· Sirkit Clock Recovery : mensikronkan proses keputusan


  1. A light source at one end (laser or light-emitting diode [LED]), including a connector or other alignment mechanism to connect to the fiber. The light source will receive its signal from the support electronics to convert the electrical information to optical information.
  2. The fiber (and its cable, connectors, or splices) from point to point. The fiber transports this light to its destination.
  3. The light detector on the other end with a connector interface to the fiber. The detector converts the incoming light back to an electrical signal, producing a copy of the original electrical input. The support electronics will process that signal to perform its intended communications function.

Pengertian

Sambungan semikonduktor yang memiliki penguatan internal, sehingga dapat meningkatkan rensponsivitas

Sekilas tentang APD

Mempunyai konstruksi yang mirip dan beroperasi dengan cara yang sama dengan diode PIN.

APD tidak memerlukan penguat efek medan di dalam modul penerima.

Internal gain yang membuat APD lebih sensitif, diperoleh melalui penggunaan tegangan bias mundur yang tinggi pada diode junctionnya.

CARA KERJA APD : Foton diserap di daerah pengosongan (depletion), menimbulkan elektron bebas dan lobang (hole) bebas. Gaya listrik yang besar pada bagian ini menyebabkan perubahan percepatan yang dapat membangkitkan energi kinetik. Energi kinetik ini meningkatkan elektron yang menyebrang pita energi pemisah. Percepatan muatan pertama dapat membangkitkan beberapa kali percepatan muatan yang baru. Hal ini menyebabkan proses pengalian (pelipatan) arus pada APD.

Valanche breakdown : Pada saat suatu elektron dilepas karena adanya suatu photon yang masuk ke lapisan intrinsik, medan listrik akan menyebabkan elektron tersebut bergerak sepanjang lapisan pada kecepatan yang tinggi dan bertubrukan dengan molekul-molekul lain sehinggga melepaskan lebih banyak elektron-elektron yang selanjutnya akan bergerak sepanjang lapisan dengan kecepatan tinggi.

Keuntungan penggunaan avalanche breakdown ini adalah peningkatan sensitivitas dibandingkan dengan diode PIN.


Lebar Spectral

Lebar spektral sumber optik terbatas menyebabkan pulsa meluas sehubungan dengan tebaran bahan terhadap sebuah komunikasi serat optik yang terhubung. Hasil ini dalam suatu keterbatasan terhadap produk panjangnya-bandwidth yang mungkin saja diperoleh menggunakan satu sumber serta serat tertentu. Emisi/ pancaran tidak koheren dari satu LED biasanya menampilkan satu spektral linewidth antara 20 dan 50 nm ketika beroperasi dalam 0.8 – 0.9 µm jangkauan panjang gelombang. Ini membatasi produk panjangnya-bandwidth dengan satu serat silika ke sekitar 100 serta 160 MHz km pada panjang gelombang 0.8 serta 0.9 µm berturut-turut. Karenanya keseluruhan bandwidth sistem untuk satu serat optik menghubungkan beberapa kilometer mungkin saja dibatasi oleh tebaran bahan dari pada respon waktunya sumber.

Masalah mungkin saja dikurangi dengan cara bekerja pada/di satu panjang gelombang dimana tebaran bahan lebih panjang di/dalam pendekatan serat silika tinggi nol misalnya. dekat 1.3 µm. Dalam ini daerah lebar spektral sumber adalah jauh lebih tidak kritis dan produk panjangnya-bandwidth mendekati 1 GHz km adalah mungkin menggunakan LED.

Sebagai alternatif, satu sumber optik dengan satu spektral sempit linewidth mungkin saja digunakan sebagai pengganti LED. Emisi/ pancaran koheren dari satu laser injeksi secara umum mempunyai satu linewidth 1 nm atau lebih sedikit (FWHP). Penggunaan laser injeksi sangat mengurangi efek dari tebaran bahan di dalam serat, memberi produk panjangnya-bandwidth 1 GHz km jam 0.8 µm, dan jauh lebih tinggi pada panjang gelombang yang lebih panjang. Karenanya, persyaratan untuk satu sistem mengoperasikan satu bandwidth tertentu melalui satu jarak spesifik akan mempengaruhi keduanya, yaitu pilihan sumber serta mengoperasikan panjang gelombang.

About these ads

42 responses to “Dasar Sistem Komunikasi Serat Optik

  1. yuzi Desember 14, 2008 pukul 8:01 am

    Dear Pa’ Badien,
    Artikelnya bagus, tetapi kenapa gambar bagannya tidak munculk di browser saya.

    Terima Kasih
    BR\\Yuzi

  2. eko Desember 17, 2008 pukul 9:40 pm

    slm knal Pa’Badien
    ada ga gambrnya sistem link komunikasi fiber optik?? terima kasih

  3. zixzax Maret 2, 2009 pukul 1:34 am

    artikelnya bagus. iya gambarnya gak tampak. boleh minta donk kirimin yang bentuk doc ke email. Thanks be4.

    oke, secepatnya, ditunggu aja.
    Badien

  4. wirotomo Maret 4, 2009 pukul 2:16 am

    mohon pencerahan
    saya sangat membutuhkan artikel tersebut diatas hampir saja putus asa maklum saya tinggal dikampung untuk kwarnet perlu perjalanan yang jauh.
    mohon dikirim ke email saya dalam bentuk doc+ gambar.
    atas perkenannya saya ucapkan banyak terima kasih

    saya kirimkan via email, karena HDD tempat saya format karena terkena virus, mohon agak sabar ya,,,saya kirim via email
    badien

  5. dre Maret 21, 2009 pukul 11:48 am

    badin……sejak kapan jadi bapak?

    iyah nih,,,geuleuh aku mah,,,,dari fotona oge meureun geus katingali aku teh ce….masih keneh weh aya nu manggil pak badien…geuleuh…geuleuh……ih mereka teh tak bisa membedakan mana nama ce mana nama co kali yah…huhuhuhu…

  6. mahera April 13, 2009 pukul 8:33 pm

    isinya menarik. Mohon dikirimkan artikel ttg APD dan PIN di Djoker2win@yahoo.com
    karena saya mau tes jadi assisten optik.
    sebelumnya terima kasih banyak.

  7. arik April 21, 2009 pukul 11:59 pm

    tolong kirimin file doc nya dunk mas, aq butuh banget

    terima kasih

    salam kenal

    lagi-lagi dipanggil mas, aku mBa…jenis kelaminku jelas wanita…….

  8. arik April 22, 2009 pukul 11:42 pm

    wah, maap banget mba dien, aq kilav,

    makasih atas atensinya, tp di emailnya koq lum ada y?

    tu sekalian ada gambarnya kan mbak?

    makasih ya mbak…

    mas arik saya lupa tulisan itu ada di bab berapa, karena saya gabung2kan, bisa dicoba dengan mengunduh di bab 4

  9. ryan Juni 3, 2009 pukul 4:08 am

    halo mba dhini puspitasari,,
    boleh saya minta filenya ga??butuh banget nih..
    artikelnya kereeen banget…
    cuma gambarnya aja ga kliatan..pliss dresponse y…
    makasih banyak.. :D

  10. endo Januari 24, 2010 pukul 10:59 am

    waduh mumet jg, kalo g praktek langsung nih….

  11. Faidol Barika Maret 30, 2010 pukul 7:57 am

    Boleh minta kirimin file doc n gambar nya juga mbak, aq butuh banget

    terima kasih

    salam

  12. Dolly Suhadril Juli 14, 2010 pukul 11:34 am

    tolong donk kirim file doc + gambarnya mbak….
    lg butuh bgt neh mbak…..
    makasih ya

  13. abdi tombang Oktober 27, 2010 pukul 8:31 pm

    mas… minta file ini dunk mas.
    kirim ke email ya mas..
    alx fotonya ga bisa di buka mas.
    thx b4 mas..
    secepatnya mas.

  14. bosgentongs Desember 23, 2010 pukul 11:35 am

    Wah artikelnya Top Banget Nich buat Tugas Kuliah…
    Boleh request tolong dikirimin versi documentnya gak ke email q???
    Please cari reff di perpuz bahasanya malah mbulet nich
    Kirim k emailku ya bosgentongs@gmail.com

  15. febri Januari 9, 2011 pukul 10:44 am

    yahh, mana gambarnya mas?
    padahal bagus banget artikel nyaa.. :)

  16. febri Januari 9, 2011 pukul 10:46 am

    mbak, butuh cepat ni buat bahan proposa TA.
    bisa minta file lengkap nya gak mbak?
    beserta gambar2 nyaaa.

    tolong kirimkan ke email saya :
    ini.bee@gmail.com

    makasih byk bantuan dan share nya mbak :)

  17. luthfiana April 9, 2011 pukul 7:58 pm

    artikel’y bagus banget,blh donk minta gambar’y

  18. Yuli Juni 12, 2011 pukul 11:26 pm

    Artikel nya bagus..tapi sayang gambarnya tdk muncul…
    bisa minta tolong dikirim kan gambarnya via email mba…?
    trims seblmnya…

  19. otos September 28, 2011 pukul 9:42 am

    asslmlkm p.Badien
    mohon kemurahan hatinya untuk bagi2 ilmunya…minta tolong dikirimi artikel di atas ke otosproperty@yahoo.com

    terima kasih

  20. tri Juni 23, 2012 pukul 7:40 pm

    isinya bagus tapi mksd yg bagian akhir tu bagaimana??komponen receiver?
    dan gambarnya

  21. keekeys.com November 16, 2012 pukul 9:47 pm

    I do consider all of the ideas you have introduced for your post.
    They are really convincing and can definitely work.

    Nonetheless, the posts are very short for novices. May you please prolong them a bit from next time?

    Thank you for the post.

  22. California Rental Car Insurance Desember 5, 2012 pukul 12:27 pm

    Does your site have a contact page? I’m having a tough time locating it but, I’d like to shoot you an e-mail.
    I’ve got some recommendations for your blog you might be interested in hearing. Either way, great site and I look forward to seeing it develop over time.

  23. muhamad setiawan Desember 18, 2012 pukul 9:45 am

    mksh , tp gbr ny g kluar

  24. amateur porn Desember 20, 2012 pukul 9:21 pm

    I am really inspired with your writing skills as well as with the
    layout in your weblog. Is that this a paid topic or did you modify it your self?

    Either way stay up the nice quality writing, it’s uncommon to look a nice weblog like this one today..

  25. topan April 11, 2013 pukul 11:50 pm

    mohon pencerahan
    saya sangat membutuhkan artikel tersebut diatas hampir saja putus asa maklum saya tinggal dikampung untuk kwarnet perlu perjalanan yang jauh.
    mohon dikirim ke email saya dalam bentuk doc+ gambar.
    atas perkenannya saya ucapkan banyak terima kasih banyak.
    ni alamad email q,
    tofad.kodari@yahoo.com

  26. Tonia Mei 23, 2013 pukul 12:54 pm

    Thank you for every other magnificent post. The place else
    may anybody get that type of information in such an ideal
    manner of writing? I’ve a presentation subsequent week, and I’m at the
    search for such information.

  27. http://audioboo.fm/ Mei 23, 2013 pukul 2:45 pm

    That is very attention-grabbing, You’re a very professional blogger. I’ve joined your rss
    feed and stay up for seeking more of your magnificent post.
    Additionally, I have shared your web site in my social
    networks

  28. http://Filmowa-biblioteka.blogspot.com.br/2011/08/7-dom-Woskowych-cia.html Mei 23, 2013 pukul 10:09 pm

    łyszał bliżej. Starał się nie spostrzegać w http://Filmowa-biblioteka.
    blogspot.com.br/2011/08/7-dom-Woskowych-cia.html rów, czując, wzorem moszna
    wpełzają mu wewnątrz, i maleńko, co wciąż przedtem godziną miało
    dostojne podziwu
    proporcja, staje się symbolicznym robaczkiem, żałosną glistą.

    Napastnicy nie byli profesjonalistami. Najprawdopodobniej owo zaufani Kirpiczewa,
    sztabowcy zza biurek, którzy poprzednio niegdyś zapomnieli chociażby przeszkolenie rekruckie.

    Czekając na widowis.

  29. Maude Mei 24, 2013 pukul 8:56 am

    I’m not certain where you’re getting your information, but great
    topic. I needs to spend a while finding out more or figuring out more.

    Thank you for excellent info I used to be in search of this information for my mission.

  30. http://whats-my-house-worth-today.com/ Mei 24, 2013 pukul 3:01 pm

    przyzwyczaiłem się…
    Przymknął spośród rozmarzeniem oczy. – Umówię, http:
    //whats-my-house-worth-today.com/ możecie na mi liczyć jak na Zawiszy.
    – Na kim? – spytał sir Roger ze
    zdziwieniem. – Na Zawiszy. Owo w końcu potężny ryce.

  31. www.bookcrossing.com Juni 6, 2013 pukul 5:37 pm

    Thanks for ones marvelous posting! I certainly enjoyed reading it, you are a great author.
    I will be sure to bookmark your blog and will come back from now on.
    I want to encourage you to continue your great work, have a nice
    afternoon!

  32. free live sex chat for free Juni 8, 2013 pukul 11:26 am

    Piece of writing writing is also a fun, if you be familiar with after that you can
    write or else it is difficult to write.

  33. Twila Juni 8, 2013 pukul 2:32 pm

    brojni nie zdołali uprzednio torować najdroższy extragalactic *Twila* drzewcami, przywódca rzucił niezrozumiałą
    w celu gawiedzi wskazówkę, ocierając pot z czoła i rozmazując przy tym na policzkach koński obornik.
    Błysnęły nastaw.

  34. video sex cams Juni 8, 2013 pukul 7:48 pm

    It’s the best time to make some plans for the future and it’s time to be happy.

    I’ve learn this post and if I could I wish to suggest you some fascinating things or suggestions. Maybe you could write next articles referring to this article. I desire to learn even more issues approximately it!

  35. bismuth Juni 10, 2013 pukul 2:53 am

    ło o owo, iżby przynęta bismuth poruszała się acz
    nieznacznie. Smoki uprzednio od momentu przerosła przestały się robić wodę z mózgu na nieruchome kukły.
    Niewiedza tego argumentu kosztowała uprzednio żywot
    mnóstwa szewczyków, potwora,

  36. measuredup.com Juni 12, 2013 pukul 7:21 am

    This article is really a fastidious one it helps new web viewers, who
    are wishing in favor of blogging.

  37. http://www.hummaa.com Juni 12, 2013 pukul 1:12 pm

    Every weekend i used to go to see this website, for the reason that i wish for enjoyment, as this this web site conations in fact fastidious funny material too.

  38. Rosalie Juni 13, 2013 pukul 1:26 am

    Hello my family member! I wish to say that this post is amazing, nice written and include almost all important
    infos. I’d like to see more posts like this .

  39. Home Page Juni 16, 2013 pukul 5:22 am

    Does your blog have a contact page? I’m having problems locating it but, I’d
    like to shoot you an e-mail. I’ve got some ideas for your blog you might be interested in hearing. Either way, great blog and I look forward to seeing it grow over time.

  40. Live Streaming Sex Juli 1, 2013 pukul 4:45 pm

    My programmer is trying to convince me to move to .net from PHP.
    I have always disliked the idea because of the costs.
    But he’s tryiong none the less. I’ve been using Movable-type on
    a number of websites for about a year and am nervous about switching to another platform.
    I have heard fantastic things about blogengine.net.
    Is there a way I can transfer all my wordpress posts into
    it? Any help would be really appreciated!

  41. Okta Riana Dewi (@Okta_Riana_Dewi) September 19, 2013 pukul 3:58 pm

    ma kasih kang atas informasinya, sangat bermanfaat buat adik sepupu saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.